Kamis, 28 November 2013

KOPERASI SEHARUSNYA DI INDONESIA (digda my yaasin)

Selamat Pagi !!!!!!

semoga setiap hari adalah pagi, karena pagi adalah waktu diamana pertama kali paling cocok untuk mulai beraktifitas, sehingga memunculkan "semangat pagi!!!!!". Apakah "semangat pagi!!!!" harus pagi.
TIDAK.
Semoga semangat pagi hadir di setiap waktu di Hari2 kita :D

Membahas masalah perekonomian memang tidak ada habisnya dan tidak ada matinya. Tahun demi tahun pasti ada berita mengenai penguatan ekonomi  dan ada berita melemahnya ekonomi suatu negera. ada Permintaan dan penawaran dari Industri, Permintaan dan penwaran rumah tangga, intervensi pemerintah dan serta macam2 gejolak dinamika perekonomian ini muncul diakibatkan keinginan dan kebutuhan manusia di muka bumi ini yang tidak terbatas sedangkan alat pemenuhan kebutuhan manusia terbatas. Perekonomian memang mempelajari prilaku manusia untuk memenuhi kebutuhannya. Dengan teori-teori yang ada, membahas masalah ekonomi tentu diperlukan waktu yang sangat panjang. Artinya adalah bahwa ekonomi adalah suatu dinamika kehidupan yang tidak bisa diprediksikan sampai 100% benar untuk pelaku ekonomi negara.

Di Indonesia terdapat tiga jenis Pelaku Usaha. Yang pertama adalah Koperasi, kedua BUMS dan ketiga adalah BUMN atau BUMD. Sektor usaha swasta dan pemerintah merupakan sektor yang cukup penting di Republik Indonesia ini. Untuk sektor swasta sudah jelas bahwa pemiliknya pasti perorangan atau kelompok tertentu. Jadi jika sektor usaha swasta ini maju, maka yang akan lebih sejahtera dan makmur adalah pemilik perusahaan swasta tersebut, sedangkan lainnya masih menunggu. Inilah yang kiranya kurang pas bagi perekonomian di Indonesia mengingat akan dihadapinya suatu zaman Globalisasi Dunia yang akan terlaksana pada Tahun 2020 nanti

Pada zaman Globalisasi nanti yang sangat dinantikan adalah persaingan dalam keunggulan kompetensi. Jikalau hanya ada sektor usaha swasta dan BUMN saja di Indonesia, maka dapat dipastikan akan terjadi ketimpangan kesejahteraan perekonomian negara di Indonesia. Misalkan saja sekarang bahwa ketimpangan/kesenjangan sosial antara si Kaya yang jumlahnya minoritas melawan si Miskin yang jumlahnya mayoritas, salah satu ketidakadilan dan kesenjangan sosial ada pada data bahwa hanya 0,22 persen orang Indonesia menguasai 56 persen aset nasional dan Sebesar 87 persen aset yang dikuasasi itu berupa lahan tidur, padahal 80 persen petani kini tak punya lahan. Itulah kiranya gejolak yang saat ini nyata ada. Globalisasi sendiri memberikan dampak libralism atau dengan kata lain kebebasan dalam melaksanakan aktivitas ekonomi. Jika hal ini tidak didasari dari pemikiran pemrintah Indonesia untuk menyatukan kekuatan ekonomi secara bersama, bersatu, dan berkeadilan yang sesuai dengan amanat UUD 1945 pasa 33 maka tidak menutup kemungkinanan akan terjadinya kehancuran perekonomian dengan dikuasainya oleh pihak2 yang tidak diharapkan.

bersambung ......